This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 Desember 2017

Pemasaran Dalam Agribisnis

   Dalam agribisnis pertanian, selain aspek produksi dan aspek permodalan, aspek pemasaran juga perlu mendapatkan perhatian agar tingkat keberhasilan agribisnis lebih tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Strategi pemasaran yang tepat akan memperpendek sistem atau mata rantai perdagangan, sehingga lost of benefit atau keuntungan yang hilang akibat panjangnya tataniaga perdagangan bisa dihindari.
ASPEK PEMASARAN AGRIBISNIS PERTANIAN
   Pengertian pemasaran jauh lebih luas dari pasar. Di dalam pemasaran tercakup semua kegiatan yang berkaitan dengan usaha memasarkan produk, termasuk juga jalur pemasaran/tata niaganya. Untuk lebih jelasnya akan dibahas mengenai pasar, jalur pemasaran/ tata niaga, dan kegiatan pemasaran.

Pasar agribisnis adalah tempat dimana terjadi interaksi antara penawaran dan permintaan produk (barang dan atau jasa) di bidang agribisnis, terjadi transaksi dan kesepakatan nilai, jumlah, spesifikasi produk, cara pengiriman, penerimaan, dan pembayaran, serta tempat terjadi pemindahan kepemilikan barang atau jasa dibidang agribisnis.

Pemasar agribisnis adalah seseorang yang mencari barang atau jasa, baik berupa input atau berupa produk agribisnis dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalannya. Dengan demikian, pemasar agribisnis dapat berfungsi sebagai pembeli atau penjual.

Pemasaran agribisnis dapat didefinisikan sebagai sejumlah kegiatan bisnis ayng ditujukan untuk memberi kepuasan dari barang atau jasa yang dipertukarkan kepada konsumen atau pemakai dalam bidang agribisnis. Pemasaran agribisnis tersebut secara parsial terdiri atas pemasaran input dan alat-alat pertanian, pemasaran produk pertanian, pemasaran produk agroindustri, serta pemasaran jasa-jasa pendukung agribisnis.

A. Pasar
   Pasar dapat diartikan sebagai suatu organisasi tempat para penjual dan pembeli dapat dengan mudah saling berhubungan. Bagi pengusaha agribisnis pertanian, pasar merupakan tempat melempar hasil produksinya.

   Dikenal ada beberapa macam pasar (saluran distribusi) dalam agribisnis pertanian, antara lain pasar langsung atau saluran distribusi langsung, saluran distribusi tidak langsung, dan eksportir.

   Saluran distribusi langsung yaitu saluran distribusi yang langsung mengarah pada konsumen, seperti hotel, restauran, rumah sakit dan rumah tangga. Saluran distribusi langsung ini biasanya dilakukan oleh pengusaha agribisnis pertanian dalam skala kecil atau pengusaha agribisnis pertanian yang sudah besar tetapi secara khusus mengadakan kerjasama dengan pihak konsumen dengan kriteria dan kualitas hasil peroduksi yang sudah disepakati. Dalam hal ini misalnya seorang pengusaha agribisnis pertanian mengadakan kerjasama dengan pihak industri pengolahan yang berbasis pertanian.

    Saluran distribusi tidak langsung, seperti pasar pasar tradisional, swalayan, pedagang pengecer dan koperasi. Mata rantai atau tata niaga perdagangan dalam saluran distribusi ini sangat beragam. Ada kalanya seorang pelaku agribisnis pertanian yang langsung membawa hasil produksinya ke pasar, tetapi tidak sedikit pula yang karena keterbatasan sarana transportasi, arus informasi, dan komunikasi, hasil produksi agribisnis pertanian harus dikumpulkan oleh pedagang pengumpul.

   Saluran distribusi yang terakhir adalah eksportir. Dari eksportir inilah nantinya konsumen luar negeri dapat dijangkau. Untuk melakukan ekspor hasil produksi agribisnis pertanian, biasanya ditetapkan standar mutu yang dikeluarkan oleh negara tujuan terhadap kualitas produk agribisnis pertanian. Dalam melakukan ekspor perlu memperhatikan keadaan dan kebutuhan pasar negara yang akan dituju. 

   Berbicara mengenai pasar sebaiknya dengan mempertimbangkan jarak antara sentral produksi dengan pasar atau konsumen tujuan. Pertimbangan ini didasarkan pada sifat dari produk agribisnis pertanian yang secara umum bukan merupakan komoditas yang tahan lama. Karena sifat inilah maka pasar relatif tidak boleh terlalu jauh dengan sentral produksi. Kalaupun terpaksa memperoleh pasar yang jauh, maka harus diimbangi dengan kelancaran lancar transportasi dan sistem pengemasan yang aman.

B. Jalur Pemasaran Atau Tataniaga Produk Agribisnis Pertanian
   Sebelum sampai ke tangan konsumen, produk usaha agribisnis pertanian ini hampir selalu melalui perantara. Jalan yang dilalui oleh produk agribisnis pertanian tersebut, dengan atau tanpa melalui perantara hingga sampai kepada konsumen dikenal dengan istilah jalur pemasaran atau jalur tata niaga.

   Pada umumnya jalur tata niaga ada dua macam yaitu jalur langsung sederhana dan jalur dengan perantara.

1. Jalur tata niaga agribisnis pertanian secara langsung
   Di sini produsen langsung berhadapan dengan konsumen. Harga yang dibayar konsumen sama besamya dengan yang diterima produsen. Dengan demikian, dari segi harga, produsen akan mendapatkan harga yang wajar. Di lain pihak konsumen juga merasa untung karena mendapat produk yang lebih segar. Meskipun demikian, jalur tata niaga ini mempunyai beberapa kelemahan seperti lingkup atau kapasitas pasar atau konsumen yang tidak begitu luas, produsen tidak tertarik untuk meningkatkan pendapatan dengan mengolah produk menjadi bentuk lain dan dengan harga yang lebih baik, serta produsen tidak dapat meluaskan jaringan pemasaran karena dengan meluaskan jaringan pemasaran, berarti terlepas dari profesinya sebagai petani atau produsen.
2. Jalur tata niaga agribisnis pertanian dengan perantara
   Jalur tata niaga ini melibatkan pedagang perantara sehingga produsen tidak dapat langsung berhubungan dengan konsumen. Yang dimaksud dengan pedagang perantara yaitu pedagang yang memiliki dan menguasai barang serta menyalurkan dengan tujuan mendapat keuntungan.

   Macam pedagang perantara yang biasa dijumpai dalam usaha agribisnis pertanian adalah pedagang eceran, pedagang besar, dan pedagang pengumpul. Pedagang eceran merupakan perantara yang menjual barang dagangannya langsung kepada konsumen akhir. Sementar pedagang besar adalah pedagang yang menerima produk agribisnis pertanian dari petani atau pedagang pengumpul dan menyalurkan kepada pedagang kecil atau eceran. Sedangkan pedagang pengumpul merupakan pedagang yang mengumpulkan sejumlah kecil produk dan beberapa produsen dan menjualnya dalam jumlah besar pada langganannya. Pendek kata, semua pedagang yang berfungsi sebagai penyalur dan produsen ke konsumen adalah pedagang perantara.

   Banyaknya pedagang perantara membuat mata rantai tata niaga menjadi semakin panjang. Akibatnya tingkat harga yang diterima petani relatif sangat rendah dibanding dengan harga yang harus dibayar oleh konsumen. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya upaya memperpendek jalur tata niaga, disamping upaya peningkatan efisiensi peranan lembaga tata niaga serta perbaikan sarana transportasi.

  Secara garis besar produk agrobisnis pertanian dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu produk agribisnis tanaman pangan dan produk agribisnis hortikultura. Produk tanaman pangan diantaranya adalah padi, jagung, sagu, singkong, dan ketela rambat. Sementara produk hortikultur mencakup semua produk sayur dan buah-buahan.

C. Kegiatan Pemasaran Produk Agribisnis Pertanian
   Dalam usaha agribisnis pertanian kegiatan pemasaran berperan sebagai pembuka jalan bagi produk untuk sampai ke pasar. Bila kegiatan ini sampai terhambat, produk akan tersendat-sendat memasuki pasar. Padahal, produk dari usaha agribisnis pertanian mempunyai sifat yang mudah sekali rusak atau tidak tahan lama.

   Berkaitan dengan kegiatan pemasaran, yang perlu dilakukan oleh pengusaha agribisnis pertanian adalah memahami tentang studi pemasaran, memperkirakan jumlah produksi, mempersiapkan produk, menentukan harga jual, menentukan distribusi, dan menentukan kebijakkan promosi.

1. Studi Pemasaran Agribisnis Pertanian
   Studi pemasaran ini mencakup aspek yang cukup luas, antara lain studi pasar, studi mengenai produk yang dihasilkan, distribusi, konsumen, dan promosi (jika perlu). Studi pemasaran dimaksudkan untuk mencari data-data mengenai permintaan terhadap jenis komoditas agribisnis pertanian pada waktu lalu, sekarang, dan yang akan datang.

2. Memperkirakan Jumlah Produksi Agribisnis Pertanian
   Perkiraan jumlah produksi berfungsi untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pemasaran telah sesuai dengan yang direncanakan. Pada umumnya permintaan terhadap produk usaha agribisnis pertanian selalu mengalami pasang surut. Jika tidak diatasi dengan usaha memperkirakan jumlah penjualan maka akan terjadi kelebihan produk yang tidak bisa dilempar ke pasar. Atau, kalaupun bisa memasuki pasar maka harganya akan turun jauh di bawah harga yang di inginkan.

3. Mempersiapkan Produk Agribisnis Pertanian
  Pengusaha agribisnis harus benar-benar tahu produk seperti apa kualitas produk yang diinginkan oleh konsumen. Untuk menghasilkan produk yang bisa memenuhi keinginan konsumen, antara lain dapat ditempuh dengan cara :
Menetapkan standar kualitas produk agribisnis pertanian,
Tidak mengandalkan satu jenis produk atau komoditas agribisnis pertanian,
Usahakan menggunakan kemasan spesial sehingga menarik konsumen,
Buat inovasi untuk mencoba membuat produk olahan sehingga produk agribisnis pertanian bisa memiliki nilai tambah

4. Menentukan Kebijakan Harga Jual Produk Agribisnis
   Harga jual akan sangat menentukan posisi pengusaha dalam persaingan. Harga jual yang ditetapkan harus benar-benar dapat memberikan kepuasan kepada konsumen di samping harus dapat memenuhi pencapaian tujuan perusahaan. Memang pada kenyataannya harga jual komoditi agribisnis pertanian sangat tidak menentu. Hal ini tentu saja akibat dari tidak adanya estimasi produksi yang dilakukan oleh praktisi agribisnis pertanian karena memang daya dukung sumber data untuk melakukan itu sangat tidak mewakili. Akan tetapi, sebagai pelaku agribisnis yang maju, tentu saja segala upaya akan dilakukan untuk membuat analisa pasar terhadap kebutuhan konsumen akan jenis produk agribisnis. Selain itu perkiraan jumlah produksi secara nasional terhadap jenis komoditi agribisnis pertanian juga perlu dilakukan. Dengan melakukan estimasi produksi dan analisa kebutuhan konsumen tersebut, maka paling tidak pelaku usaha agribisnis pertanian sudah berupaya untuk mengantisipasi resiko harga jatuh pada saat panen. Sekalipun tingkat akurasi analisa pasar tersebut masih sangat rendah. Dengan jam terbang yang tinggi, maka tingkat akurasi akan semakin baik.

5. Menentukan Distribusi Produk Agribisnis
   Dalam menentukan saluran distribusi produk atau komoditas, pengusaha agribisnis pertanian dapat memilih untuk melakukannya sendiri atau melalui perantara. Ada beberapa alasan pengusaha memilih perantara dalam mendistribusikan produknya antara lain :
  • Pertimbangan dana dan personalia penjualan
  • Efisiensi kerja
  • Keadaan prasarana daerah pemasaran setempat
  • Pengetahuan dan pengalaman menangani daerah pemasaran setempat.

6. Menentukan Kebijakan Promosi Produk Agribisnis
   Promosi merupakan kegiatan memperkenalkan, meyakinkan, dan mengingatkan kembali manfaat dan kualitas produk kepada konsumen. Promosi biasanya dilakukan terhadap jenis komoditi agribisnis baru atau peluncuran varietas baru. Kegiatan promosi harus memperhatikan beberapa hal, yaitu :
  • Jumlah dana yang tersedia untuk promosi
  • Masa tahapan siklus produksi
  • Konsumen yang ingin dituju
  • Sifat atau ciri khusus produk yang dihasilkan

   Kebanyakan pengusaha agribisnis pertanian belum begitu memperhatikan masalah promosi, karena rata-rata usahanya belum begitu intensif. Akan tetapi jika kapasitas usahanya sudah semakin besar dan melakukan ekspansi usaha pada kegiatan pengolahan hasil agribisnis pertanian, maka mau tidak mau kegiatan promosi ini harus dilakukan.

Analisis Teori Permintaan dan Penawaran

A. ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
     Teori permintaan dan penawaran tertama berguna untuk menerangkan interaksi di antara penjual dan para pembeli di pasar persaingan sempurna, yaitu di pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli. Pasar untuk hasil pertanian dan hasil industri primer lainnya pada umumnya mempunyai ciri-ciri seperti itu. Oleh karena itu, teori tersebut sangat berguna untuk menjelaskan :
  • Bagaimana perubahan penawaran dan permintaan memengaruhi perubahan harga barang pertanian.
  • Implikasi dari perubahan tersebyt pada pendapatan para produsen/petani.
  • Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan campur tangan dalam mengatur penawaran dan menstabilkan harga.

     B. MASALAH JANGKA PANJANG SEKTOR PERTANIAN

     Dalam perekonomian yang belum berkembang, pertanian memiliki peran yang sangat penting. Sebagian besar produksi nasional merupakan hasil pertanian dan sebagian pendapatan rumah tangga dibelanjakan untuk membeli hasil-hasil pertanina. Sejalan dnegan penurunan peran sektor pertanian dalam menciptakan produksi nasional, peranannya dalam menyediakan pekerjaan pun menurun. Penurunan perana sektor pertanian tersebut ditimbulkan oleh dua faktor, yaitu :
  • Permintaan yang lambat perkembangannya
  • Kemajuan teknologi di sektor pertanian yang memungkinkan peningkatan produktivitas yang tinggi.

1. Pertumbuhan Permintaan

    Pertumbuhan ekonomi menyebabkan pertambahan yang terus-menerus atas pendapatan rumah tangga. Kenaikan pendapatan tersebut akan menaikkan konsumsi berbagai macam barang, baik barang industri maupun barang pertanian. Pertambahan barang industri (bukan pertanian) meningkat lebih cepat daripada pertambahan pendapatan. Ini berarti barang-barang industri mempunyai elastisitas pendapatan yang elastis.

2. Kemajuan Teknologi
    Perkembangan teknologi yang cepat di sektor pertanian memungkinkan kenaikan produktivitas yang tinggi. Akibat kenaikan produktivitas tersebut, produksi pertanian dapat ditingkatkan dengan cepat jika cukup banyak permintaan. Tetapi, ternyata permintaan akan barang pertanian jauh lebih lambat daripada kemampuan unutk menambah produksi pertanian. 

C. KETIDAKSTABILAN HARGA BARANG PERTANIAN JANGKA PENDEK  
    Dalam jangka pendek harga hasil pertanian cenderung mengalami fluktuasi yang sangat besar. Ketidakstabilan harga barang disebabkan oleh permintaan dan penawaran barang pertanian yang sifatnya tidak elastis. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakstabilan harga pertanian dalam jangka pendek dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Fluktuasi permintaan
  • Fluktuasi penawaran


1. Perubahan Penawaran
    Penawaran dan permintaan barang-barang pertanian bersifat tidak elastis. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penawaran barang-barang pertanian bersifat tidak elastis, yaitu sebagai berikut :
  • Barang pertanian sangat tergantung oleh faktor alam dan dihasilkan secara musiman
  • Kapasitas memproduksi sektor pertanian cenderung unutk mencapai tingkat yang tinggi dan tidak terpengaruh oleh perubahan permintaan

Faktor-faktor tersebut menyebabkan perubahan yang relatif besar dengan perubahan produksi kegiatan industri.

2. Perubahan Permintaan
    Setiap perekonomian tidak selalu mencapai tingkat kegiatan yang tinggi, adakalanya mengalami resesi dan kemunduran adan adakalanya kegiatan ekonomi mencapai tingkat yang tinggi. Perubahan tersebut akan mempengaruhi permintaan barang dan jasa, termasuk hasil pertanian. Perubahan permintaan yang disebabkan oleh naik turunnya kegiatan ekonomi ini akan menimbulkan perubahan harga. Akan tetapi, sifat perubahan harga tersebut berbeda untuk berbagai jenis barang.

D. MENSTABILKAN HARGA DAN PENDAPATAN PETANI

      1. Membatasi Jumlah Produksi
     Kebijakan pemerintah membatasi produksi petani jika dibandingkan dengan penentuan produksi secara bebas, menibulkan 2 macam perubahan, yaitu :
Harga barang hasil pertanian akan naik
Jumlah yang boleh diproduksi dan dijual para petani berkurang
      2. Menstabilkan Harga dengan Campur Tangan dalam jual beli
    Pemerintah dapat pula menstabilkan harga barang-barang pertanian dengan ikut campur dalam jual beli. Hal ini dapat dilakukan dalam 2 keadaan, yaitu :
Menstabilkan harga pada harga ekuilbrium pasar bebas
Menstabilkan harga pada tingkat yang lebih tinggi dari harga ekuilbrium pasar bebas
      3. Menstabilkan Pendapatan dengan Subsisdi
    Masalah kelebihan stok produksi dapat dihindari dengan cara pemberian “subsidi pendapatan” kepada para petani. Dalam kebijakan ini pemerintah tidak menentukan harga pasar, tetapi menentukan “harga jaminan” yang akan diterima untuk setiap unit produksinya.

Minggu, 24 Desember 2017

Teori Permintaan dan Penawaran

A. Permintaan
Ahli ekonomi mengatakan bahwa permintaan menggambamrkan keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Sedangkan, jumlah barang yang diminta dimaksudkan sebagai banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. Jadi, permintaan merupkana kegiatan konsumen untuk membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang, yaitu :
  • Harga barang itu sendiri
  • Harga barang lain yang terkait
  • Tingkat pendapatan per kapita
  • Selera atau kebiasaan
  • Jumlah penduduk
  • Usaha-usaha produsen yang meningkatkan pendapatan
  • Distribusi pendapatan
  • Perkiraan harga di masa mendatang
Dengan fungsi permintaan, kita dapat mengetahui hubungan antara variabel bebeas dengan variabel tidka bebas. Adapun, fungsi permintaan dapat disusun sebagai berikut :

Dx = f – (Px +/- Py + Y +/- T + N)

Dengan :
Dx = permintaan akan barang x
Px = harga barang x
Py = harga barang y
Y = pendapatan per kapita
T = selera
N = jumlah penduduk

1. Skedul dan kurva permintaan
Skedul permintaan adalah daftar hubungan antara harga suatu barang dengan tingkat permintaan barang tersebut. sedangkan, kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarakn hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta konsumen.
2. Perubahan jumlah yang diminta dan perubahan permintaan
Perubahan permintaan dapat terjadi karena karena 2 sebab utama, yaitu :
  • Perubahan harga
  • Perubahan faktor non harga (faktor ceteris paribus)
B. Penawaran
Dalam analisis ekonomi, jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu. Sedangkan, penawaran berarti keseluruhan dari kurva penawaran. Faktor-faktor yang menentukan tingkat penawaran adalah :
  • Harga barang itu sendiri
  • Harga barang lain yang terkait
  • Harga faktor produksi
  • Biaya produksi
  • Teknologi produksi
  • Jumlah pedagang/penjual
  • Tujuan perusahaan
  • Kebijakan pemerintah

Persamaan matematis yang menjelaskan hubungan antara tingkat penawran dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran yaitu :

Sx = f (Px, Py, Pi, C, tek, ped, tuj, kebij)

Dengan :
Sx = penawaran atas barang x
Px = harga x
Py = harga y (barang substitusi)
Pi = harga input/faktor produksi
C = biaya produksi
Tek = teknologi produksi
Ped = jumlah pedagang/penjual
Tuj = tujuan perusahaan
Kebij = kebijakan pemerintah

1. Skedul dan kurva penawaran
Skedul penawaran adalah daftar hubungan antara harga suatu barang dengan tingkat penawaran barag tersebut. Sedangkan, kurva penawaran adalah suatu kurva yang menggambarkan hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh para produsen.
2. Perubahan jumlah yang ditawarkan dan perubahan penawaran
Perubahan harga menyebabkan perubahan harga yang ditawarkan, tetapi perubahan itu hanya terjadi dalam satu kurva yang sama.

C.  Keseimbangan Pasar 
Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam seimbang atai ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Harga keseimbangan adalah harga di mana, baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan yang dijual. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menunjukkan keadaan keseimbangan, yaitu :
  • Menggunakan angka
  • Menggunaakan kurva permintaan atau penawaran

Perubahan faktor lain di luar harga yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menimbulkan keadaan keseimbangan yang berubah. Terdapat empat kemungkinan perubahan atau pergeseran kurva permintaan dan penawaran, yaitu sebagai berikut :
  • Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)
  • Permintaan berkurang (kurva permintan bergeser ke kiri)
  • Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan)
  • Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri)

Kamis, 21 Desember 2017

Prinsip-prinsip Ekonomi Dalam Agribisnis

SISTEM PEREKONOMIAN
Perekonomian yang ada di dunia ini diorganisasi secara berbeda-beda. Bentuk organisasi tersebut snagat dipengaruhi oleh nilai-nilai, sikap, kebudayaan, dan pandnagan politik dari masyarakat tersebut. Secara garis besar, organisasi perekonomian di berbagai negara dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu :
       I.            Sistem pasar bebas
Sistem pasar bebas atau leissez faire (perekonomian pasar). Dalam sistem ini, masyarakat diberi kesempatan dan kebebasan penuh untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan dan pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan serta tidak berusaha memengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. Pada sistem pasar bebas ini, keingina konsumen dicetuskan langsung di pasar dan merupakan dasar untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas.
Sistem pasar bebas di satu pihak terbukti sebagai suatu sistem ekonomi yang berhasil. Hal-hal yang telah dicapai oleh negara-negara maju menunjukkan bahwa mekanisme pasar adalah sistem yang efisien dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian.
       II.            Sistem ekonomi perencanaan
Sistem ini menghendaki pemerintah sepenuhnya menentukan corak kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. Sistem ini berawal dari adanya keyakinan bahwa kegiatan ekonomi yang diatur oleh mekanisme pasar akan menimbulkan pengangguran dan ketidakadilan. Sistemini berkeyakinan bahwa pemerintah akan dapat menjalankan fungsinya secara lebih efisien daripada sistem yang dapat dijalankan dalam sistem pasar bebas. Untuk menjamin kelancaran usaha dan mencapai sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan yang dibuat maka alat-alat modal dikuasai dan dimiliki oleh pemerintah.
       III.            Sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang dkendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas unutk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Mekanisme pasar masih tetap memegang peranan penting dalam menentukan corak kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Tujuan pokok campur tangan pemerintah adalah untuk menghindari akibat yang kurang menguntungkan dari sistem ekonomi pasar bebas. Misalnya, dalam sistem pasar bebas, golongan ekonomi lemah semakin tertindas dan golongan ekonomi kuat akan smekain kuat. Campur tangan pemerintah memungkinkan dilakukannya usaha-usaha untuk menghindari hal tersebut.

EKONOMI MAKRO : GAMBARAN EKONOMI MENYELURUH
Agribisnis sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi karena permintaan konsumen yang tersebar luas di selutuh dunia atas berbagai macam hasil pangan dan sandang selalu berubah. Keadaan ekonomi dipegaruhi oleh fakot-faktor, seperti cuaca, kebijakan pemerintah, dan perkembangna internasional.
Ekonomi makro memepelajari bagaimana unsur-unsur yang berbeda dari seluruh ekonomi berinteraksi. Keterampilan untuk menganalisis, mengantisipasi, dan menafsirkan kebijakan ekonomi makro merupakan faktor oenentu terhadap keberhasilan para manajer agribisnis.


PRINSIP DASAR EKONOMI MIKRO DALAM AGRIBISNIS
Ekonomi mikro merupakan penerapan prinsip-prinsip dasar ekonomi untuk mengambil keputusan dalam badan usaha. Manajer agribisnis harus memetuskan cara terbaik untuk menggunakan sumber daya yang terbatas dalam memproduksi dan memasarkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, perangkat analisis ekonomi sangat penting bagi manajer yang harus membuat keputusan bisnis sehari-hari.
1.      Prinsip Laba
   Perusahaan didirikan unutk mencari laba. Laba adalah tujuan perusahaan. Oleh karena itu, keberhasilan dan kegagalan perusahaan akan diukur dnegan laba yang diperoleh. Laba harus ada dengan alasan sebagai berikut :
  • Sebagai kompensasi karena seseorang berani menanggung risiko.
  • Sebagai kompensasi karena seseorang berhasil di dalam inovasi.
  • Sebagai kompensasi adanya perubahan di bidang perekonomian.
2. Prinsip Ekonomi Maksimisasi Laba
    Pada dasarnya, ada beberapa prinsip dasar ekonomi mikro yang berkaitan dengan maksimisasi laba untuk setiap perusahaan, yaitu sebagai berikut :
  •  Biaya marginal = penriamaan margial
  • Tingkat substitusi marginal = rasio kebalikan harga
  • Pengembalian marginal yang sama.

Kamis, 30 November 2017

Badan Usaha Agribisnis

PENGERTIAN BADAN USAHA
Badan usaha sering disebut denga istilah perushaan, adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi atau faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperolah keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sarana atau ala tmanajemen. Adapun alat manajemen dapat dikelompokkan ke dalam 6M, yaitu :
1. Men (manusia)
2. Money (uang)
3. Materials (material)
4. Machines (mesin)
5. Methods (metode)
6. Markets (pasar)

MACAM BADAN USAHA
1.      Badan usaha menurut lapangan usahanya
a.     Badan Usaha Ekstraktif
        Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha dengan kegiatan menggali, mengambil, atau mengolah kekayaan yang disediakan oleh alam. Contoh badan usaha ekstraktif adalah pertambangan, usaha pembuatan kursi dari rotan, atau pengeboran minyak.
b.           Badan Usaha Agraris
       Badan usaha agraris adalah badan usaha yang kegiatan usahanya mengolah dan memanfaatkan tanah agar menjadi berhasil guna. Contoh badan usaha agraris adalah badan usaha yang berkegiatan di bidang pertanian, perikanan darat, maupun perkebunan. 
c..       Badan Usaha Industri
       Badan usahan industri adalah badan usaha yang kegiatannya menghasilkan barang baru atau meningkatkan nilai guna barang. Dengan kata lain, badan usaha industri mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Contoh badan usaha industri diantaranya adalah badan usaha penghasil pakaian, badan usaha penghasil mobil, dan lain sebagainya.
                 d.        Badan Usaha Perdagangan
      Perusahaan dagang adalah badan uasha yang kegiatan usahanya membeli dan menjual kembali barang hasil produksi tanpa mengubah bentuk atau sifat barang tersebut. Contoh badan usaha dagang diantaranya adalah badan usaha yang menjual pakaian, badan usaha yang menjual tas, atau badan usaha yang menjual sepeda.
                 e.          Badan Usaha Jasa
      Badan usaha jasa adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa. Contoh badan usaha jasa diantaranya adalah badan usaha yang menyelenggarakan jasa transportasi, badan usaha yang menyediakan jasa layanan telekomunikasi, badan usaha yang menyediakan jasa penginapan.

2. Badan usaha menurut kepemilikan modalnya
§  Badan usaha negara adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara dari kekayaan mereka yang telah dipisahkan
§  Badan usaha swasta adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh pihak swasta, baik secara perorangan atau sekelompok orang
§  Badan usaha campuran adalah badan usaha yang sebagian modalnya dimiliki oleh pemerintah dan sebagian lagi dari swasta

3. Badan usaha berdasarkan tanggungjawab anggotanya
·         Badan usaha dimana pemiliknya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh harta benda yang diikutsertakan dalam usaha maupun pribadinya. contohnya perusahaan perorangan dan firma.
·         Badan usaha dimana pemiliknya bertanggungjawab secara parsial atau terbatas pada harta benda yang diikutsertakan dalam usahanya saja. Kekayaan milik pribadi pemilik tidak menjadi jaminan terhadap kewajiban  badan usaha. Contoh badan usaha yang seperti ini adalah perseroan terbatas.

4. Badan usaha berdasarkan perbandingan penggunaan tenaga mesin dan tenaga kerja manusia
§  Badan usaha padat modal yaitu badan usaha yang dalam  kegiatan produksinya lebih banyak menggunakan peralatan dan mesin mesin daripada tenaga kerja manusia
§  Badan usaha padat karya yaitu badan usaha yang dalam kegiatan produksinya lebih mengutamakan penggunaan tenaga ka manusia daripada tenaga mesin.

BENTUK BADAN USAHA

Setiap bentuk badan usaha memiliki ciri ciri tersendiri. Pemilihan bentuk badan usaha yang paling sesuai untuk bisnis tertentu harus ditetapkan pada saat perusahaan akan didirikan atau akan mulai melaksanakan operasinya. Untuk menetapkan bentuk badan usaha tersebut diperlukan pertimbangan yang matang. Pertimbangan bentuk badan usaha tersebut antara lain sebagai berikut:
  • Jenis usaha yang akan dilaksanakan, apakah industri, perdagangan, jasa ataupun yang lainnya
  • Luas operasi ataupun volume usahanya dan luas pasar yang akan dilayani
  • Jumlah modal yang diperlukan untuk usaha dan kemungkinan untuk menambah modal
  • Rencana pembagian keuntungan
  • Keterlibatan para pemilik dalam manajemen dan pengendalian perusahaan
  • Penentuan tanggung jawah yang akan dihadapi
  • Prinsip prinsip pengawasan manajemen yang akan digunakan
  • Rencana luas organisasi intern
  • Faktor stabilitas, kesinambungan, dan pengalihan kepemilikan
  • Kewajiban dan hak pilih dalam perpajakan
  • Masalah kerahasiaan perusahaan
  • Jangka waktu berdirinya perusahaan
  • Lokasi, sasaran, serta falsafah pemilik untuk agribisnis tersebut
Bentuk badan usaha dapat dikelompokkan ke dalam 2 ataupun 3 sektor. Di banyak negara umumnya terdapat 2 sektor usaha yaitu
  • Usaha yang diselenggarakan oleh swasta dan
  • Usaha yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dalam pembagian ini, koperasi pada umumnya dikelompokkan menjadi usaha swasta:
Sedangkan negara yang mengelompokkan kegiatan usaha dalam 3 sektor, seperti yang dilakukan di Indonesia terdiri atas:
  1. Badan usaha milik negara atau BUMN
  2. Koperasi
  3. Badan usaha milik swasta
Pada hakikatnya, bentuk badan usaha secara terperinci terdiri atas:
a.     Perusahaan Perorangan
Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki, dikelola, dan dikendalikan oleh satu orang pemilik.
b.      Persekutuan yang terdiri atas :
Persekutuan adalah perhimpunan dari dua orang atau lebih sebagai pemlik bisnis.
·         Persekutuan Firma yang merupakan dua orang atau lebih unutk menjalankan perusahaan dibawah nama bersama.
·         Persekutuan Komanditer yang merupakan suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha di antara mereka yang bersedia menjalankan, memimpin, dan bertanggung jawab penuh dengan kekayana pribadinya dengan mereka yang memberikan pinjaman, tetapi tidak bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.
c.     Persereoan terbatas
Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu perkumpulan dari orang-orang yang diberi hal dan diakui oleh hukum unutk berusaha dan/atau untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
d.     Perusahaan negara atau BUMN
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha dan anak perusahaannya yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara.
e.     Perusahaan daerah
Perusahaan daerah adalah suatu perusahaan yang sebagian modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah setempat.
f.      Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya bedasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
g.      Yayasan
Yayasan adalah suatu perkumpulan atau organisasi yang bertujuan sosial, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan dan tidak mencari laba (nirlaba).